Sabtu, 24 Mei 2014

MENGATASI KETOMBE BAYI



Ketombe bayi, dalam istilah kedokteran disebut juga dengan dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik biasanya muncul di kulit kepala pada usia 12 bulan, berupa sisik-sisik berwarna kekuning-kuningan, dengan permukaan yang berminyak. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Namun ada yang menyebutkan akibat gangguan fungsi kelenjar minyak di rambut. Gangguan fungsi kelenjar minyak tersebut menyebabkan peningkatan produksi keringat sehingga kelembapan kulit kepala menjadi terganggu. Ketombe pada bayi juga sering terjadi akibat bertumpuknya lemak yang dibawa sejak lahir. Keadaaah ini semakin parah jika rambut bayi tidak dijaga kebersihannya. 

Terdapat dua tipe ketombe bayi, yaitu ringan dan berat. Ketombe bayi tipe ringan, disebut juga dengan dandruff. Jika sisik itu menebal di seluruh kulit kepala disebut cradle crap. Ketombe yang semakin parah ini bisa menjalar hingga ke kulit leher dan bagian tubuh yang lain yang kaya akan kelenjar minyak.

Ketombe muncul jika kulit kepala berkeringat. Gejala yang dapat terlihat dari keadaan ini adalah adanya timbunan lemak di sekitar kulit kepala. Biasanya di  kulit kepala bagian depan. Timbunan lemak ini ada yang kering, ada pula yang basah. Timbunan lemak yang kering biasanya lebih mudah dibersihkan. Jika sudah parah, ketombe bayi bisa berwarna kecoklatan atau kerak kekuningan. Gejala lain, jika bayi sudah bisa menggaruk, akan sering menggaruk kepalanya. Ketombe menimbulkan rasa gatal. Jika didiamkan, gangguan ini dapat membuat bayi tidak nyaman dan akhirnya menjadi rewel. 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu menjaga kebersihan bayi. Caranya, cuci rambut bayi secara teratur. Setidaknya seminggu dua kali. Jika musim panas, keramasi bayi setiap dua hari sekali. Apalagi apabila bayi tergolong mudah berkeringat. Sisir rambut bayi menggunakan sisir bergigi jarang dengan dioles baby oil terlebih dahulu untuk melepas sisik dari tumpukan minyak. Jika masih sulit dilepaskan, Anda dapat mengolesi kepala bayi dengan baby oil dan didiamkan selama 15 menit atau lebih lalu lepaskan ketombe secara hati-hati dilanjutkan mengeramasi kulit kepala bayi dengan shampo. Gunakan shampo khusus bayi dengan kadar pH seimbang. Sembarang menggunakan shampo dapat menimbulkan iritasi kulit kepala dan kerontokan rambut. Konsultasikan dengan dokter bila ketombe menjalar ke leher, biasanya bayi tampak terganggu, gelisah, bahkan tidak bisa tidur. Bila Anda berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter memberi salep yang pemakaiannya tidak  bisa dalam jangka panjang (kurang dari 2 minggu). Anda akan dianjurkan untuk teratur mengeramasi bayi, agar rambutnya selalu bersih.

Yang harus anda hindari dalam merawat kulit kepala bayi
  • Jangan coba-coba mengolesi kulit kepala bayi dengan air jeruk nipis untuk mengatasi ketombe, karena air jeruk nipis  menyebabkan gatal dan perih, akibatnya bayi akan rewel.
  • Jangan paksa mengelupas ketombe yang menempel di kulit kepala bayi karena dapat menimbulkan luka dan menyebabkan infeksi.
  • Jangan menggunakan minyak rambut atau baby oil  pada kepala bayi bila tidak diperlukan
  • Bersihkan ketombe bayi dalam keadaan rileks sehingga bayi lebih tenang, dan Anda lebih mudah membersihkannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar